Playbook · Claude Code + HyperFrames
10 Prompt Efek
Gue Suruh Claude Edit Video Ini
Makasih udah DM EFEK. Ini prompt buat bikin kesepuluh efek di reel itu.
Cara kerjanya sama kayak di video: Claude nulis kodenya, lo yang ngatur. Lo kasih prompt, Claude bikin efeknya pakai HyperFrames (video dari HTML), lo cek hasilnya frame per frame, terus lo koreksi yang jelek. Hampir nggak ada efek yang langsung jadi di percobaan pertama, jadi di bawah tiap prompt ada bagian Cek ini: hal yang beneran salah waktu gue bikin, biar lo nggak ngulang.
Prompt-prompt ini gue tulis ulang dari apa yang akhirnya jadi di video, plus semua koreksinya. Jadi ini versi yang udah "beres", bukan chat gue yang berantakan.
Vincent Oktavian ·
Yang lo butuhin
- Claude Code (atau Claude yang bisa jalanin perintah di komputer lo).
- Node.js dan ffmpeg terinstall. HyperFrames jalan lewat
npx hyperframes, nggak perlu install ribet. - Video talking head vertikal (9:16) yang udah lo potong rapi. Edit kasarnya dulu, efek belakangan: ganti potongan setelah efek jadi itu mahal.
- Tiap efek nempel ke satu kata yang lo ucapin. Jadi pas rekaman, sebut efeknya pakai kata yang jelas ("keluar", "tembus", "hujan", "kertas") dan kasih gerakan tangan yang bisa "dipake" efeknya.
Prompt 0 · Setup (jalanin sekali di awal)
Gue mau nambahin efek ke video talking head gue: [PATH/KE/VIDEO.mp4] (vertikal 1080x1920).
Bikinin project HyperFrames 1080x1920 30 fps di folder "efek/" dengan video ini sebagai lapisan dasar.
Siapin juga:
1. Transkrip dengan timestamp per kata (bahasa Indonesia — jangan pakai model .en, itu malah nerjemahin).
Cek awal tiap kata ke energi audio, karena timestamp Whisper sering kecepetan 0.1–0.3 detik.
2. Cutout orangnya (person matte) sebagai WebM transparan, ukuran dan durasi persis sama kayak videonya.
Kalau videonya ada potongan (jump cut), reset matte-nya di tiap potongan biar nggak ada bayangan nyisa.
3. Tabel kata kunci: tiap kata yang bakal jadi pemicu efek, dengan detik mulainya.
Jangan bikin efek dulu. Kasih gue tabel kata kuncinya.01 · Frame escape (keluar dari frame)
Videonya mengecil jadi foto berbingkai, terus tangan lo nembus keluar dari bingkainya.
Efek "frame escape" di kalimat "[KALIMAT]":
- Pas kata "[KATA PEMBUKA]", videonya menyempit jadi jendela berbingkai (clip-path inset, sudut 24px,
0.6 detik, power3.inOut). Di luar jendela background warna polos (misal krem #EFE6D6).
- Bingkai putih tipis 10px + bayangan lembut muncul setelah jendela mendarat.
- Pas tangan gue maju ke kamera (sekitar detik [X]), tampilin lapisan cutout di atas bingkai,
jadi tangan gue keliatan nembus keluar.
- Hanya tangan yang nunjuk boleh keluar. Bagian lain (tangan satunya, meja, laptop) harus kepotong di tepi jendela.
- Kasih SFX whoosh di momen tangan nembus.
Bikin snapshot di 4 frame waktu tangannya keluar, terus kirim ke gue.Cek ini: cutout itu suka "ngebawa" meja putih di sela jari dan ujung laptop di bawah kepalan. Di atas video nggak keliatan, tapi di atas background polos keliatan banget kayak tempelan putih. Minta Claude: "di luar jendela, cuma simpan alpha yang deket piksel kulit, buang putih netral (meja) dan hitam netral (laptop)." Cek juga tangan satunya, jangan sampai nongol di bawah bingkai.
02 · Zoom tembus (masuk ke layar HP)
Shot berikutnya muncul di layar HP yang lo pegang, terus kamera nembus masuk ke layarnya.
Efek "zoom tembus" di kalimat "[KALIMAT]": gue megang HP di frame.
1. Ukur posisi layar HP di video (4 sudutnya, di beberapa frame). Layarnya agak miring, ukur sudut miringnya.
2. Taruh frame pertama dari shot SETELAH ini ke dalam layar HP: miring ngikutin HP, rasio 9:16,
jangan sampai nutupin jari gue.
3. Dari detik [X] sampai frame TERAKHIR sebelum potongan: zoom kamera nembus ke layar (power3.in),
sambil diputer balik sudut miringnya dan digeser ke tengah, jadi di frame terakhir layarnya
pas 1080x1920 dan tegak. Potongannya harus nyambung tanpa loncatan.
4. SFX whoosh berat yang puncaknya pas di potongan.
Snapshot frame terakhir sebelum potongan dan frame pertama sesudahnya, harus identik.Cek ini: zoom-nya harus selesai di frame terakhir sebelum potongan, bukan di detik potongannya. Kalau nggak, easing-nya baru nyampe ~80% dan potongannya loncat. Terus layarnya miring: kalau gambar di dalamnya lurus, hasilnya kayak stiker nempel di HP.
03 · Snap zoom
Zoom kilat 3 frame pas kata "zoom".
Snap zoom di kata "[KATA]" (detik [X]): zoom ke wajah gue dari 100% ke 142% dalam 3 frame
(power4.out), tahan sampai akhir kalimat, terus balik normal pas potongan berikutnya.
Titik zoom di tengah wajah, jangan sampai kepala kepotong. SFX whoosh pendek, puncaknya 1 frame
setelah zoom-nya.Cek ini: taruh SFX 1 frame setelah gambarnya, jangan sebelum. Suara yang duluan kerasa salah.
04 · Checklist satu, dua, tiga
Kartu checklist muncul, tiap angka yang lo sebut nyentang satu baris.
Checklist di kalimat "[KALIMAT]": kartu krem di atas kepala (jangan nutup wajah), 3 baris:
"[ITEM 1]", "[ITEM 2]", "[ITEM 3]". Tiap kali gue nyebut "satu", "dua", "tiga" (ambil detiknya dari
transkrip, cek ke energi audio), kotak barisnya keisi warna aksen dan centangnya kegambar (0.18 detik).
Kartu masuk naik 24px + scale 0.96→1, keluar 0.12 detik sebelum kalimat berikutnya.
Klik pelan di tiap centang, variasiin 2 suara biar nggak monoton.Cek ini: isi checklist-nya pakai sesuatu yang beneran (gue pakai 3 efek yang udah ditunjukin sebelumnya). Checklist berisi kata random kerasa template.
05 · Angka yang jalan sendiri
Angka ngitung sendiri dari 0 ke 100% sambil naik ngikutin tangan lo.
Counter di kalimat "[KALIMAT]": angka besar (serif, 190px) muncul di atas kepala gue pas
"[KATA]", ngitung 0 → 100 dalam 0.9 detik, sambil naik ngikutin tangan gue yang terangkat
(ukur posisi tangan di 3–4 frame). Tanda % lebih kecil, warna aksen.
Jangan pernah nutup wajah. SFX klik-klik roda selama ngitung, "pop" pas nyampe 100.Cek ini: kontras. Angka gelap di tembok yang redup susah kebaca di HP. Kalau tembok lo gelap, pakai angka terang atau taruh angkanya di belakang tangan (di antara video dan cutout).
06 · Video masuk HP
Videonya mengecil jadi layar HP.
Efek "video masuk HP" di kata "[KATA]": video mengecil ke 62% (0.4 detik, power3.inOut) dan sudutnya
membulat, sambil bezel HP gelap (border 18px, radius 72px, notch di atas, bayangan lembut) mendarat
pas di sekelilingnya. Background krem. Tahan sampai akhir kalimat, potong balik ke full frame.
Bezel harus skalanya dari titik yang SAMA dengan videonya, biar nempel terus selama animasi.Cek ini: ini salah di versi pertama gue: bezel-nya ketinggian, ada celah krem di atas dan video kelewat di bawah. Kalau video di-scale dari titik (x, y), posisinya bukan di tengah titik itu. Minta Claude hitung posisi akhir video dulu, baru taruh bezel di situ.
07 · Headline berita hujan
Potongan headline koran jatuh kayak hujan di belakang kepala lo.
Efek "headline hujan" di kalimat "[KALIMAT]": 10 potongan kertas koran (krem, garis atas hitam,
judul serif bold 40px) jatuh dari atas, miring -10° sampai 10°, makin rapat pas kata "[KATA]".
Taruh di ANTARA video dan cutout gue, jadi jatuhnya di belakang kepala.
Jatuhnya cuma sampai garis meja (di bawahnya cutout udah nggak ada, nanti kertasnya malah di depan laptop).
Judulnya fiktif dan generik, jangan pakai nama media beneran. SFX whoosh udara pelan.Cek ini: cutout biasanya berhenti di garis meja/laptop. Apa pun yang lewat di bawah garis itu bakal keliatan di depan laptop. Batasin area jatuhnya di atas meja.
08 · Panel kaca
Panel kaca muncul di depan tangan lo, terus kesapu keluar sama gerakan tangan.
Efek "panel kaca" di kata "[KATA]": panel kaca 540x380 (radius 44, blur latar 16px, border putih
tipis, kilau putih yang lewat diagonal) muncul di depan tangan gue, di bawah wajah. Pas tangan gue
nyapu ke kanan (ukur detiknya dari video), panelnya ikut kebawa keluar frame sambil miring 7°.
SFX: "ting" kaca pas panel muncul, whoosh pas kesapu.Cek ini: suara kaca pecah ≠ panel kaca yang digeser. Pakai bunyi ting/denting kaca yang pendek (gue akhirnya pakai satu dentingan dari SFX gelas). Efeknya cuma ~0.6 detik, jadi suaranya yang bikin kebaca.
09 · Gue jadi potongan kertas
Lo berubah jadi guntingan kertas di atas kertas cokelat.
Efek "potongan kertas" di kata "[KATA]" (gue diem ~1.5 detik di pose ini):
- Bikin klip WebM transparan dari cutout gue untuk rentang ini: tepi putih kertas 18px di sekeliling badan
(dilate matte-nya, ujungnya halus kayak bekas gunting), sedikit tekstur kertas, bayangan jatuh lembut
di-"bake" ke klipnya.
- Pas kata itu: background jadi kertas cokelat kraft bertekstur, video asli disembunyiin, klip kertasnya
muncul dan "keangkat" (miring -2.5°, naik 14px, scale 1.04, spring yang nggak mantul berlebihan).
- SFX kertas disobek, puncaknya pas di frame berubahnya.Cek ini: SFX kertas biasanya pelan banget. Ukur, jangan nebak: suaranya harus 3–6 dB di atas suara lo di momen itu, kalau nggak bakal ketelen.
10 · Coret dan ganti di belakang kepala
Kalimat besar muncul di belakang kepala, dicoret, terus diganti.
Efek coret-ganti di kalimat "[KALIMAT A] ... tapi [KALIMAT B]":
- Kata-kata "[KALIMAT A]" muncul satu-satu pas diucapin (serif 140px, blur 6px → 0 dalam 0.13 detik),
di BELAKANG kepala gue (antara video dan cutout), ketutup kepala sekitar 30–55%.
- Pas kata "tapi": garis merah nyoret tiap baris (0.2 detik), pas di atas kata-katanya.
- Terus kalimat lama blur-out, "[KALIMAT B]" masuk satu-satu, kata kuncinya italic warna aksen.
- Jangan nabrak elemen lain di layar (label, caption).Cek ini: garis coretnya harus diukur dari posisi kata yang udah dirender, jangan ditebak dari jumlah huruf. Kalau teksnya digeser, coretannya ikut digeser.
Bonus · Prompt buat ngecek hasil
Ini yang paling sering gue pakai. Efeknya jadi, tapi detailnya baru ketauan pas dicek.
Cek semua efek kayak penonton yang nonton sekali di HP:
- Snapshot tiap efek di frame kata pemicunya, +0.5 detik, dan di frame terakhirnya.
- Cek: efeknya pas di katanya? Ada yang nutup wajah? Ada yang nabrak caption?
Ada potongan yang loncat? Teks kebaca di lebar 360px?
- Cek cutout di atas background polos DAN di atas background gelap: ada tempelan meja/laptop?
- Ukur loudness akhir (target −14 LUFS, true peak di bawah −1 dB) dan pastiin tiap SFX kedengeran.
Kasih list masalah per detik, yang paling parah dulu. Jangan benerin dulu.Satu tips terakhir
Claude bisa nulis semua kode efeknya. Yang bikin hasilnya bagus itu tetep lo: milih takenya, ngatur timing-nya, ngedengerin suaranya, dan berani bilang "ini jelek, benerin." Bukan AI gantiin editor, tapi editor yang pakai AI.
Kalau lo bikin pakai prompt ini, tag gue @vincent.techguy. Pengen liat hasilnya.