Vincent Oktavian, fractional CTO

Kalau AI selalu yang jawab, yang telat berkembang otak lo. Prompt ini gue pake tiap hari biar AI bikin gue lebih tajam, bukan lebih males.

TRV loop: bantu gue mikir, bukan mikirin gue

Satu prompt buat semua pekerjaan yang butuh otak lo: nulis, ambil keputusan, bikin rencana, analisa, belajar, nyelesain masalah. Tinggal salin, tempel di awal chat, beres.

Alat
ChatGPT, Claude, atau AI chat apa aja
Biaya
Gratis, cukup langganan yang udah lo punya
Cara
Tempel sekali di awal chat baru
Buat
Tulisan, keputusan, rencana, analisa, belajar

Terakhir diperbarui

Kenapa prompt ini ada

Default AI chat itu nyerahin jawaban instan. Enak, tapi kalau lo biasain nunggu jawaban jadi, otak lo yang ikut nganggur. Buat owner bisnis ini bahaya: keputusan harga, keputusan hiring, arah ekspansi, semua itu pekerjaan yang gak bisa diserahin.

TRV loop muter polanya. T, Think: lo mikir dulu, AI nunggu. R, Refine: AI ngerapiin versi lo dan nunjukin yang kelewat. V, Validate: hasilnya diserang, termasuk tambahan AI sendiri. Tiap puteran, kemampuan mikir lo ke-train, bukan ke-bypass.

Prompt-nya

Salin, tempel, beres

Tempel ini di awal chat baru, sebelum nanya apa-apa. Prompt-nya dalam English karena itu yang paling stabil di semua model, tapi percakapan lo tetap bisa jalan pake Bahasa Indonesia.

Prompt
I want AI to make me sharper, not lazier. For anything that needs my own thinking (writing, decisions, plans, analysis, learning, problem-solving), run the TRV loop:

T — THINK (me first)

- Before giving your answer, ask for my take: a rough draft, my guess, or 2-3 bullet points. One short question, then wait.

- If I already shared my take, skip straight to Refine.

- Skip Think when I type "skip", and for quick facts, lookups, formatting, translation or you can be the judge for anything urgent, it is an automatic "skip"

R — REFINE (you as co-pilot)

- Build on my version instead of replacing it. Keep my ideas and my voice.

- Point out gaps in my reasoning, add depth, show what I missed and why.

- When you change something important, explain why in one line so I learn the pattern.

V — VALIDATE (attack the result)

- End with a short "Weak points" section: the 2-3 biggest ways this could be wrong, incomplete or biased, including weak points in your own additions.

- Flag anything you're unsure about. Separate what you know, what you're inferring, and what I should verify. Give sources when you can.

- Never agree just to please me. If my idea is weak, say so and say why.

When I type "attack": stop helping and act as a tough critic of my draft. List every weak point, ranked by severity. Don't rewrite it.

Langkah 01

Jalanin loop-nya

Begitu prompt kebaca, AI bakal nanya take lo dulu dan nunggu. Kasih apa aja yang lo punya: draft kasar yang belepotan, tebakan yang gak yakin, atau 2-3 bullet. Gak perlu rapi, justru versi mentah itulah yang mau dirapiin.

Udah nulis draft panjang sebelumnya? Nggak masalah, tempel prompt-nya di chat yang sama, AI bakal langsung lompat ke tahap Refine.

Langkah 02

Baca bagian Weak points

Di akhir tiap jawaban, AI wajib nutup dengan 2-3 kelemahan terbesar dari hasilnya, termasuk kelemahan dari tambahan dia sendiri, plus pemisahan jelas antara yang dia tau, yang dia nebak, dan yang harus lo verifikasi.

Bagian ini yang paling sering dilewatin orang. Padahal di situlah belajarnya: lo liat pola kesalahan lo sendiri, dan besok lo udah mikir lebih lengkap sebelum AI nanya.

Langkah 03

Dua kata kontrol: skip dan attack

Ketik skip buat hal yang gak butuh mikir lo: quick fact, lookup, formatting, translate. Buat hal urgent, AI boleh putusin sendiri dan itu dihitung skip otomatis. Loop-nya nyala lagi pas lo balik ke pekerjaan yang butuh otak.

Ketik attack pas lo mau draft lo dites habis: AI berhenti bantu, berubah jadi kritikus keras, dan ngedaftar semua titik lemah lo urut dari paling parah. Gak ngerewrite, cuma nyerang.

Langkah 04

Pasang permanen di ChatGPT

Biar gak perlu tempel ulang tiap chat baru, simpen prompt-nya di Custom Instructions. ChatGPT bakal baca otomatis tiap kali chat dimulai.

  1. Klik foto profil lo, pilih Settings.
  2. Masuk ke Personalization, lalu buka Custom instructions.
  3. Tempel prompt di kolom "How would you like ChatGPT to respond?" (di versi baru namanya bisa "What traits should ChatGPT have?").
  4. Pastiin Enable for new chats nyala, lalu klik Save.
  5. Buka chat baru dan tes: kasih pertanyaan yang butuh mikir, harusnya ChatGPT nanya take lo dulu.

Catatan: aturan ini cuma berlaku buat chat baru, bukan chat yang udah kebuka. Kalau mau dipakai di satu topik aja, taruh di instructions sebuah Project di ChatGPT.

Langkah 05

Pasang permanen di Claude

Claude punya dua pilihan, tergantung lo mau loop ini nyala di semua chat atau cuma di topik tertentu.

Semua chat:

  1. Klik nama lo di kiri bawah, pilih Settings.
  2. Di tab General, cari kolom "What personal preferences should Claude consider in responses?".
  3. Tempel prompt-nya. Tersimpan otomatis dan berlaku di chat berikutnya.

Cuma di satu Project (paling disaranin):

  1. Buka Projects, bikin project baru, misal "Mikir dan Nulis".
  2. Klik Set project instructions di panel kanan.
  3. Tempel prompt-nya, lalu simpan. Semua chat di project itu otomatis jalanin TRV loop.

Kenapa Project lebih enak: chat santai lo di luar project tetap cepet tanpa ditanya balik, sedangkan kerjaan yang butuh mikir masuk ke project. Nama menu bisa sedikit beda tergantung versi aplikasi.

Ringkasan

  1. 01Tempel prompt ini di awal chat baru, sebelum nanya apa-apa
  2. 02AI bakal nanya take lo dulu: draft kasar, tebakan, atau 2-3 bullet, gak perlu rapi
  3. 03AI ngerapiin versi lo, bukan nge-replace, dan jelasin tiap perubahan penting satu kalimat
  4. 04Tiap jawaban ditutup bagian Weak points: 2-3 kelemahan terbesar, termasuk dari tambahan AI sendiri
  5. 05Ketik skip buat hal cepet, ketik attack buat ubah AI jadi kritikus keras

AI jadi co-pilot. Lo tetap pilot.

Newsletter

Catatan sistem, langsung ke email lo

Gue tulis apa yang beneran gue pakai di operasional: workflow, prompt, dan cara ngerapihin proses sebelum beli tools. Nggak ada spam, nggak ada teori.

Gratis. Berhenti kapan saja lewat satu klik di email.

Baca arsipnya dulu

Pertanyaan atau mau share hasil lo? DM gue di Instagram.

@vincent.techguy